|
|


|
Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa kepada
Soekarno, Rabu 19 September 1951.
Ir. Soekarno menerima gelar Doktor Honoris Causa
dari UGM dalam bidang Ilmu Hukum pada tanggal 19
September 1951. Upacara pemberian gelar
dilaksanakan dalam Rapat Senat Terbuka Promosi
Honoris Causa dalam Ilmu Hukum kepada PJM. Ir.
Soekarno, Presiden RI, di Siti Hinggil Kraton
Yogyakarta. (Baca
lebih lengkap)
|



|
Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa kepada
Moch. Hatta, Selasa 27 Nopember 1956.
Gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Ilmu
Hukum juga diberikan kepada Wakil Presiden Drs.
Mohammad Hatta, pada Rapat Senat Terbuka, tanggal
27 November 1956. Bertindak selaku promotor adalah
Rektor UGM (Presiden Universitas), Prof. Dr.
Sardjito. Saat menerima gelar tersebut Promovendus,
Drs. Mohammad Hatta menyampaikan pidato berjudul
Lampau dan Datang. (Baca
lebih lengkap)
|



|
Pemberian Gelar Doktor Bidang Kebudayaan kepada
Ki Hadjar Dewantara, Rabu 19 Desember 1956. (Baca
lebih lengkap: Arsip
UGM, Wikisource)
|



|
Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa kepada Raja
Thailand Bhumibol Adulyadej, Jumat 12 Februari
1960.
Bhumibol Adulyadej merupakan Raja Thailand yang
berkuasa sejak 1946 hingga 2016. Dalam kunjungannya
ini, Bhumibol Adulyadej mendapatkan gelar Dr.
Honoris Causa dari Universitas Gadjah Mada dan
diserahkan langsung oleh Prof. Sardjito sebagai
rektor pada waktu itu.
|



|
Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa kepada
Pangeran Norodom Sihanouk, Jumat 30 Nopember 1962.
Penganugerahan diselenggarakan di Siti Hinggil
Kraton Yogyakarta. Pangeran Norodom Sihanouk
merupakan Raja Kamboja yang memerintah dua periode,
masing-masing 1941-1955 dan 1993-2004. (Wikipedia
Norodom Sihanouk)
|



|
Universitas Gadjah Mada (UGM) menganugerahkan
gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Diosdado
Macapagal, Presiden Filipina ke-9, tepat pada
tanggal 22 Februari 1964.
Gelar tersebut diserahkan langsung oleh Rektor
UGM pada masa itu (Prof. Dr. M. Sardjito) di
Bangsal Siti Hinggil, Kraton Yogyakarta, sebagai
bentuk penghormatan atas jasa-jasa Macapagal.
Macapagal dikenal karena upayanya dalam memajukan
kerja sama regional di Asia Tenggara, termasuk
gagasannya mengenai Maphilindo (pendahulu ASEAN).
(Wikipedia
Diosdado Macapagal)
|
|